Tuhan Maha Adil
Tuhan Maha Adil
Pernahkah kita
merasa segala sesuatu itu sudah dalam rencana Tuhan yang sempurna, apa yang
terjadi dikehidupan kita, jatuh dan
bangunnya tidak ada yang sia sia.
Bagaimana kita
bisa merasa bila Tuhan itu sudah cukup adil dan mengatur segala sesuatunya
dengan sesuai Takarannya, karena bila hal hal berikut ini tidak ada dalam
Pikiran dan Hati kita semuanya akan sia sia saja sehingga penolakan , denying
dan Depresi mungkin akan menggerogoti hati kita dan ujung ujungnya hati kita
menjadi kosong , marah dan putus asa.
Penerimaan diri :
Pertama tama yang
perlu ada didiri kita adalah penerimaan diri kita seutuhnya, tidak ada yang
salah, Tuhan tidak menciptakan Bad Product sehingga perlu disortir dan
dimusnahkan seperi buatan pabrik bila tidak memenuhi syarat Penjualan,.
Tuhan maha
sempurna bahkan satu tanda lahir yang kita miliki walau sebesar biji ketumbar
juga merupakan sebuah kesempurnaan tuhan pada diri kita , tidak ada yang perlu
dirubah atau disesali, kita diciptakan Tuhan sebagai satu individu yang berbeda
dengan individu lainnya,.
Wajah kita, Emosi
kita, Marah kita, Gairah Kita , orientasi sex kita , sifat kita , cara berpikir
semuanya tidak sama satu dengan yang lainnya, banyak orang yang berpikir bahwa
bila sesuatu tidak sesuai dengan kehendak dan Norma yang berjalan disebuah
komunitas adalah sebuah kekeliruan padahal Tuhan sendiri dalam sifatnya sudah
mempunyai Title maha sempurna apakah akan membuat dan memproduksi barang barang
cacat yang tidak layak produksi sehingga kita sebagai manusia mampu mendjudge
layak tidaknya hasil karya Tuhan baik dan buruknya,.
Lantas bolehkan
kita sebagai Mahluk Tuhan Merubah apa yang sudah digariskan Tuhan bila ada
Gejolak bathin dalam penerimaan kita sebagai satu Individu yang merasa tidak
utuh, misalkan Perempuan yang melakukan operasi plastik, seorang Transgender
yang jiwanya terperangkap dalam bentuk fisik seorang laki laki atau
sebaliknya,.
Dalam Hal ini
Tuhan memberi Kesempatan kita untuk berusaha , sebuah kesempurnaan yang perlu
diperbaiki untuk menjadi lebih baik dan lebih bersyukur lagi , layaknya seperti
batu alam yang masih berbentuk alami dan manusia menjadikannya menjadi sebuah
cincin yang indah.
Apakah Tuhan
Marah ??? yang saya Tahu sebuah kesempurnaan Tuhan adalah maha Pemaaf dan bukan
pendendam karena Tuhan bukan seperti penggambaran Manusia dan tidak akan bisa
digambarkan oleh otak manusia. Marah Tuhan bukan seperti marah manusia, kasih
sayang tuhan tidak akan persis seperti kasih sayang Manusia.
Bersyukur :
Bersyukur adalah
bentuk paling senderhana atas penerimaan kita sebagai mahluk ciptaan yang tidak
bisa merubah sesuatu tanpa bantuan Tuhan, Bersyukur adalah ibadah kita yang
paling simple tapi sangat Tuhan sukai, bukankah dalam satu kalimat populer bila
kita bisa menyukuri hal hal yang kecil maka nikmat yang besar akan menunggu
kita,.
Bersyukur itu
bisa sangat sederhana seperti saat hujan dan kita masih bisa menikmatinya
diiringi lamunan yang sangat dalam tentang apapun juga, hidup, perjalanan
sampai sejauh ini kita masih bisa ada kesempatan untuk menjadi bagian dunia ini
dan kita masih diberi umur untuk menikmatinya.
Ataupun saat kita
berkumpul di hari hari raya ataupun hari libur lainnya adalah suatu kenikmatan
yang tiada tara yang sudah disajikan tuhan untuk kita mensyukurinya,.
Walaupun kadang
sempat terpikir jika hidup ini sebuah mimpi dan kematian adalah saat kita
bangun dari tidur yang sesungguhnya, dan biarkanlah mimpi ini menjadi sebuah
mimpi yang indah dan ketika kita bangun ada sebuah senyuman dikehidupan kita
selanjutnya,.
Berbagi :
Apapun yang kita
punya adalah sebuah titipan tidak untuk selamanya, dan kita tidak tahu sampai
berapa lama titipan itu ada didiri kita,.100 tahun, 60 tahun , 40 tahun ataupun
hanya sebentar saja kita tidak pernah tahu, kita tidak diberi hak untuk
mengetahui akhir perjalanan kita didunia ini,. Teknologi super canggih belum
ada yang bisa menemukan alat untuk mengetahui ajal manusia,.sebuah rahasia
ilahi yang nabi nabi dan Rosul yang ada dikitab suci juga tidak mengetahuinya.
Keserakahan kita
sebagai manusia membuat lupa bahwa waktu kita sebentar,.kita mencari harta
seolah semua cara bisa dilakukan, yang baik bahkan yang tidak baik tidak
perduli.
Alam yang indah
kita rusak , hutan hutan kita gunduli seolah mahluk lain tidak mempunyai hak
yang sama untuk tinggal dialam dunia ini. Kita berpikir telalu jauh sampai 7
turunan kekayaan kita tidak akan habis dipakai turunan kita.
Harta membuat
kita nyaman berada didunia ini tapi bukan jaminan untuk membuat kita lebih
bahagia karena kecukupan hati manusia bisa berbeda beda, Seorang CEO Perusahaan
mungkin bisa sangat bahagia ketika dia bisa mencapai Target keutungan
Perusahaannya, disisi lain seorang biksu bisa sangat bahagia bila bisa mencapai
meditasi dan berserah diri pada sang hyang widhi.
Disini saya tidak
ingin mengukur tinggi atau rendah ukuran Pencapaian seseorang , karena satu
sama lainnya bisa berbeda ukuran pencapaiannya,.yang ingin saya titik beratkan
pada kecukupan hati manusia untuk merasa cukup. Cukup bukan berati kita berhenti
berusaha dan menerima apa adanya, cukup bukan berati kita pasif dan menunggu,.
Cukup adalah
sebuah batasan yang harus ada dihati manusia agar kita tidak terlalu rakus dan
terus mengejar sesuatu yang tidak pernah ada batasnya. Rakus, serakah, pelit tidak
ada batasnya.
Saat kita mampu
berbagi sudah ada ruang dihati kita untuk sebuah kecukupan sehingga kita mampu
untuk menyisihkan apa yang menjadi Punya kita untuk orang lain. Berbagi tidak
harus besar , berbagi tidak harus berupa harta, sebuah senyuman dan Nasihat
yang tidak menghakimi juga bisa menjadi harta yang berharga buat orang lain.
Tiga point tersebut adalah hal sederhana sehingga
dalam kehidupan akan selalu diisi dengan kebahagian, bila kebahagiaan itu hadir
maka pandangan kita kepada Tuhan pun akan baik pula,..’ Ternyata Tuhan baik,
ternyata Tuhan begitu Adil dalam mengatur semuanya secara sempurna, Tidak perlu
menjadi orang yang super Religius untuk memahami kebaikan dan keadilan Tuhan
meskipun dengan cara yang sederhana.
Comments
Post a Comment